Rabu, 16 Desember 2009

PETA ANAMBAS

luas wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas adalah 46.664,14 Km2 atau 2,47 persen dari luas Indonesia seluas 1.890.754 km², terdiri atas luas daratan 592,14 Km² atau 1,27 persen dan luas lautan 46.033,81 Km² atau 98,73 persen dengan Panjang Garis Pantai adalah 1.128,57 Km² (Sumber : RTRL Kabupaten Natuna, 2007).
luas wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas adalah 46.664,14 Km2 atau 2,47 persen dari luas Indonesia seluas 1.890.754 km², terdiri atas luas daratan 592,14 Km² atau 1,27 persen dan luas lautan 46.033,81 Km² atau 98,73 persen dengan Panjang Garis Pantai adalah 1.128,57 Km² (Sumber : RTRL Kabupaten Natuna, 2007).

Dari hasil verifikasi penamaan pulau yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri, Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai 238 buah pulau, termasuk di dalamnya 5 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pulau-Pulau tersebut satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh perairan. Pulau besar diantaranya yaitu Pulau Siantan, Pulau Matak, Pulau Mubur, Pulau Jemaja. Secara khusus beberapa pulau besar dan gugusan pulau ditetapkan sebagai penunjang kebijakan khusus baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, diantaranya adalah :
  • Gugusan Pulau Anambas sebagai kegiatan pengembangan mega proyek gas alam cair.
  • Gugusan Pulau Anambas sebagai kegiatan pengembangan potensi kelautan.
2. Keaddan Alam
Keadaan alam Kabupaten Kepulauan Anambas, berdasarkan satuan fisiografis terdiri atas (Sumber : Natuna Dalam Angka, 2006 dan 2007) :
  1. Penggunungan Lintang dengan Ketinggian 610 m.
  2. Penggunungan Datuk dengan Ketinggian 510 m.
  3. Penggunungan Tukung dengan Ketinggian 477 m.
  4. Penggunungan Selasih dengan Ketinggian 387 m.
Secara topografi wilayah daratan setiap Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagian besar berbukit dan pergunungan yang terjal yang disusun oleh batuan metamorf. Umumnya batua-batuan yang tersingkap merupakan batuan metamorf yang berunsur partier, batuan lainnya antara lain adalah batuan sedimen, endapan alluvial, trias, permokarbon, sekis, granit, diorerm, hiporit dan erufsi kwarter. Ketinggian Wilayah cukup bervariasi yakni berkisar 3-610 meter dari permukaan laut (Sumber : Natuna dalam Angka, 2007). Sedangkan struktur tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan tanah mineral, umumnya terdiri dari jenis tanah podsolik, latosol dan alluvial. Tanah tersebut terbentuk dari bahan induk metamorf, batuan beku basa, batuan sediman dan endapan pantai, rawa, sungai (bahan organik) (Sumber : RTRW Kab Natuna, 2007).
2. Klimatologi
Kondisi iklim di Kabupaten Kepulauan Anambas sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin, musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Maret hingga Mei, ketika angin bertiup dari arah Utara. Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan September hingga Februari, ketika angin bertiup dari arah Timur dan Selatan. Curah hujan rata-rata dalam satu tahun per jam berkisar ± 14.5 mm/h dengan kelembaban udara sekitar 47.25 % dan temperatur berkisar 30 oC.
Berdasarkan arah angin musim di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas dibagi dalam 4 periode yaitu periode Januari - Maret: bertiup angin Utara dan Timur laut, curah hujan sedang dengan temperatur udara sedang, periode April - Juni: bertiup angin Timur Laut/Tenggara, hujan sedikit dengan temperatur udara agak panas (lebih kurang 32°C), periode Juli - September: bertiup angin tenggara, hujan turun agak banyak dengan temperatur udara agak panas (lebih kurang 32°C), periode Oktober - Desember: bertiup angin barat/utara, hujan banyak turun pada bulan September, Oktober dan November, temperatur udara agak dingin (lebih kurang 28.9°C) dan lembab pada malam hari


di kutip dari situs
www.anambaskab.go.id



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar